Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Title

Dari gambar diatas, kelihatan Unyil bertemu dengan Upin dan Ipin pada saat sedang berpatroli menjaga wilayah negaranya masing-masing. Namun Unyil merasa seperti ketakutan, dimana hal ini disebabkan oleh :
  1. Unyil hanya sendiri, sedangkan Upin dan Ipin berdua.
  2. Unyil tidak didukung anak-anak Indonesia sendiri, sedangkan Upin dan Ipin sangat didukung dengan seringnya anak-anak Indonesia menonton Upin dan Ipin. Kalau ditanya anak sekarang, lebih mengenal Upin dan Ipin daripada si Unyil.
  3. Si Unyil, filmnya menggunakan teknologi yang tidak lebih baik daripada Upin dan Ipin.
  4. Si Unyil, tidak pintar, karena dari saya SD sampai saya sudah menikah sekarang, masih sekolah di SD. Cerita Upin dan Ipin ada rencana, sekolahnya terus meningkat sampai High School.
Gimana sih Unyil mau menang kalau begini..!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Mengganti Gambar Kursor di Blog

Cara Mengganti Gambar Kursor di Blog  -  Gara-gara kepingin sekali mengganti gambar kursor di blog ini, akhirnya setelah googling kesana kemari nemu juga sebuah situs yang menyediakan banyak gambar-gambar kursor pilihan. Gambar kursor yang disediakan situs penyedia gambar ini http://www.totallyfreecursors.com/ banyak sekali, jadi kita tinggal memilih sesuai selera aja. Untuk cara memasang gambar kursor ini di blog, kita harus menambahkan sedikit saja kode CSS supaya bisa dipasang pada template. Dibawah ini ada beberapa sample gambar untuk kursor yang saya ambil berikut URL alamat kursor tersebut.
              URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/monkey-ani.gif
                URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/aliendance.gif
                URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/tail2.gif
                URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/banana1.gif
                URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/bullseye-ani.gif
               
Cara mengganti gambar kursor di blog :
1.    Login ke dashboard blogger anda.
2.    Pilih Rancangan > Edit HTML, centang Expand widget template.
3.    Carilah kode </head> pada template anda dengan menggunakan Ctrl F.
4.    Copy kode CSS dibawah ini dan letakkan tepat diatas kode </head> .

<style type='text/css'> HTML,BODY{cursor: url(&quot;http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/sweden.gif&quot;), auto;} </style>
5.    Simpan template anda dan lihat perubahan pada gambar kursor
6.    Jika sobat ingin mengganti gambar kursor dengan gambar yang lain, sobat tinggal ganti URL gambar yang berwarna merah dengan URL gambar pada sample diatas atau sobat bisa langsung browsing sendiri ke TKP di http://www.totallyfreecursors.com/ .
Nah ternyata mengganti gambar kursor di blog memang bisa jadi solusi mempercantik tampilan blog juga ya apalagi kalo ditambahin lagi dengan efek bintang siip dah. Tinggal giliran sobat blogger nih, selamat mencoba ya !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Banyak Bonus Menunggu Timnas U-23


Jakarta - Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di SEA Games XXVI akan diguyur bonus dalam jumlah yang tidak sedikit. Insentif akan diterima bukan cuma karena jadi juara, tapi diberikan bertahap usai setiap meraih kemenangan.

Demikian diungkapkan penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, dalam konferensi pers di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2011) siang WIB. Timnas Indonesia U-23 sejauh ini sudah bertanding sekali dan memetik kemenangan 6-0 atas Kamboja.

"Yang saya tanggapi adalah soal bonus. Kalau dari PSSI saya pikir bukan cuma dari ending-nya saja. Saya kira (jumlahnya) bertingkat dan berlanjut," sahut Limbong.

"Tolong pemahaman semua pihak. Mereka akan kita beri hadiah day by day. Kan nanti setelah lawan Kamboja ada pertandingan lainnya. Tapi mohon maaf kita tak bisa beri tahu jumlahnya. Kalau Menpora jumlahnya Rp 200 juta, ya minimal kita segitulah," lanjut dia kemudian.

Selain enggan membocorkan jumlah bonus, Limbong juga menolak mengumumkan dari mana datangnya uang bonus tersebut. Dia hanya memastikan kalau itu bukan dana korupsi dan skuad 'Garuda Muda' memang layak mendapatkannya.

"Sumbernya dari mana, saya pikir tidak perlu diberitahu. Yang jelas Limbong tidak korupsi. Saya pikir, timnas layak mendapatkan ini," tegasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

'Tak Mudah Tiru Permainan Sepakbola Spanyol'


Quote:
Madrid - Gaya main tiki taka yang diperagakan oleh timnas Spanyol sukses besar. Didorong rasa "iri", banyak tim lain yang mencoba menirunya. Menurut Pepe Reina, tak mudah untuk menjiplak La Furia Roja.

Tiki taka adalah gaya bermain yang mengedepankan umpan pendek dan cepat dengan penguasaan bola yang sangat dominan. Gaya main semacam ini sudah membuahkan trofi Piala Eropa dan Piala Dunia.

Kesuksesan Spanyol tersebut membuat banyak tim lain berusaha menerapkan gaya bermain serupa. Bisakah?

"Kami memiliki generasi pemain yang hebat di usia yang sama. Para pemain ini tahu bagaimana cara untuk menang karena mereka telah menjadi pemenang bersama klub yang mereka bela," sebut Reina yang dikutip Guardian.

"Ini tidak selalu mungkin untuk bermain dengan cara kami. Itu tergantung dari pemain dan tim serta juga pada filosofi yang Anda miliki. Namun, tidak semua orang bisa bermain seperti yang kami lakukan karena tidak ada satu pun yang mempunyai kualitas pemain seperti kami," tambah penjaga gawang Liverpool itu.

Lebih lanjut lagi, Reina mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung menjadi bagian dari tim yang mampu memenangi Piala Dunia dan Piala Eropa. Meski lebih sering duduk di bangku cadangan karena berada dibawah bayang-bayang Iker Casillas, dirinya tetap bangga dengan hasil yang diraih oleh timnnya.

"Tim internasional itu memiliki 23 pemain yang sangat penting bagi klubnya, namun hanya 11 yang dapat bermain. Jadi, Anda harus mengambil peran itu jika Anda cukup beruntung menjadi bagian di sana," tutup mantan pemain Villarreal itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemain Asing dan Prestasi Timnas


(dok. detiksport)
Jakarta - Setelah hanya menjadi wacana sejak beberapa musim lalu, PSSI akhirnya benar-benar mengurangi kuota pemain asing. Dari sebelumnya lima, kini setiap klub cuma boleh mengontrak empat pemain asing.

Ini tentu berita baik bagi pembinaan sepakbola Indonesia. Berkurangnya kuota pemain asing berdampak bagus bagi pembinaan pemain muda. Berkurangnya jumlah pemain asing diharapkan pemain lokal mendapat kesempatan bermain lebih banyak di liga.

Efek lebih besar bakal dirasakan timnas. Bila pemain-pemain lokal lebih sering tampil, pelatih timnas tak perlu kuatir kekurangan stok pemain berpengalaman. Selain itu, tampil secara reguler di liga juga akan menempa mental pemain. Hal ini tentunya sangat bermanfaat saat memperkuat timnas di laga internasional.

Dampak negatif

Semata-mata menyalahkan pemain asing atas merosotnya performa timnas jelas bukan tindakan bijak. Namun harus diakui ada korelasi antara membanjirnya pemain asing di liga dengan prestasi timnas. Rumusnya selalu sama. Semakin dominan pemain asing di liga, semakin jauh timnas negara bersangkutan dari prestasi.

Coba lihat Liga Indonesia. Selama ini pemain asing banyak mengisi posisi-posisi vital, yakni bek dan penyerang. Mulai dari tim elite hingga tim semenjana dipastikan mempunyai stok pemain asing di kedua posisi penting tersebut.

Dominasi pemain asing di posisi penyerang dapat dilihat dari daftar pencetak gol terbanyak musim ke musim. Baik di liga maupun di Piala Indonesia, gelar top skorer lebih sering diraih pemain asing. Salah satunya Cristian Gonzales, yang sebelum menjadi WNI sempat menyabet gelar top skorer liga tiga kali, dan sekali di PI.

Akibatnya bisa dilihat bersama. Timnas Indonesia kuat di sayap, posisi yang jarang ditempati pemain asing di liga, namun lemah di posisi lain. Bagian terlemah adalah lini belakang dan depan. Mandulnya Bambang Pamungkas, cs. dalam empat laga beruntun melawan Yordania, Iran, Bahrain, dan Arab Saudi mungkin bisa jadi bukti nyata. Ketika akhirnya berhasil mencetak gol saat menjamu Qatar, dua gol timnas diborong Gonzales yang notabene pemain naturalisasi.

Belajar dari Inggris

Kalau timnas Indonesia tak cukup meyakinkan sebagai bukti, coba tengok Inggris. Diakui sebagai penemu sepakbola, kemudian menjadi pelopor sepakbola modern dan kiblat industrialisasi sepakbola, prestasi timnas negara tersebut begitu-begitu saja. Satu-satunya gelar prestisius yang pernah diraih Inggris adalah Piala Dunia 1966, itupun saat menjadi tuan rumah.

Sama seperti Liga Indonesia, Liga Inggris -- terutama setelah berubah format menjadi Premiership menampung banyak pemain asing. Kondisi Inggris malah lebih mengkhawatirkan karena pelatih pelatih klub elite Liga Inggris kebanyakan orang non-Britania. Jadi, lengkaplah sudah ‘derita’ timnas Inggris.

Juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, Spanyol, sempat mengalami hal serupa. Awal tahun 2000-an, Real Madrid dan Barcelona yang merupakan duopoli La Liga lebih banyak diperkuat pemain asing. Madrid dengan Los Galacticos-nya mengumpulkan pemain-pemain terbaik dunia, menjadikan hasil binaan akademinya sendiri jarang tampil. Demikian juga dengan Barca.

Akibatnya dirasakan timnas Spanyol. Timm"Matador" hampir tidak lolos ke Euro 2004, bahkan sempat kalah dari Yunani di babak prakualifikasi. Kebangkitan Spanyol dimulai ketika Madrid melego bintang bintangnya, dan Barca lebih memilih untuk memaksimalkan anak didik La Masia.

Membludaknya pemain asing di Liga Indonesia didasari oleh kesalahan berpikir bahwa pemain asing berkualitas lebih baik dari pemain lokal. Manajemen klub juga percaya mengontrak pemain asing banyak-banyak bakal membawa prestasi. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Ketika PSSI pertama kali membuka kran pemain asing di Liga Indonesia I (1994/95), juaranya justru Persib yang diperkuat pemain-pemain lokal. Contoh teranyar tentu saja Persipura yang begitu dominan di tiga musim terakhir meski skuatnya lebih banyak diisi pemain asli Papua.

Sudah saatnya klub-klub Indonesia memiliki visi jauh ke depan dengan lebih mementingkan pembinaan ketimbang prestasi jangka pendek secara instan.


==

* Penulis adalah pecinta sepakbola, blogger (http://www.bungaeko.com). Tulisan ini opini pribadi, bukan sikap/opini redaksi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS